Selasa, 06 Februari 2018

Jurusan apa?

saat konsultasi ke BK pertanyaan yang pertama adalah "kamu mau jadi apa nanti?"
(Mikir) aku sendiri bingung,  aku ini apa? siapa? jadi gimana?
Dan yang aku jawab waktu itu "jadi manusia yang manusiawi, orang yang banyak manfaat." kurasa ingin ku hanya itu.
kemudian, "lebih spesifik lagi lis,emang nya kamu mau jadi tukang sampah? itu juga kan bermanfaat. kamu ingin punya profesi apa?"
mungkin maksud BK ku ini pekerjaan tetap yang akan aku geluti selama menunggu kematian.
aku bingung... tapi aku sering bilang, "pekerjaan apapun, asal jangan guru." Dan itu jadi jawaban yang aku lontarkan.

"kenapa tidak ingin jadi guru?"

yeah, karna dedikasi pada pendidikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa tidak harus menjadi seorang guru. aku suka mengajar, tapi aku tidak begitu suka menjadikannya profesi.   

"terus profesi apa yang kamu inginkan?"
aku ingin jadi pengusaha. aku lihat, jual-beli saham sangat menguntungkan.

itu "milih jurusan yang banyak matematikanya"
kepikir buat masuk teknik, lantaran aku suka ngotak-ngatik barang.

"kamu perempuan, nanti pensiun mau ngapain?"
persamaan gender itukan perlu.

akhirnya, aku disarankan untuk ambil ITS untuk Teknik Fisikanya. atau mungkin ITB.
Aku menceritakan diskusiku dengan BK ke Ibu.

sampai disini aku belum menemui titik temunya.

orangtuaku membebaskan aku dalam memilih, asal masih dalam batasan mereka.
kebebasan ini justru membuat aku bingung. aku harus kemana? (eh?!)
batasannya cukup menyenangkan. aku bebas milih jurusan apa. tapi aku hanya dibolehkan memilih univ di Jawa Barat. Dan pilihan itu banyak, aku bingung!
awalnya aku hanya ingin ambil ilmu murni, yeah aku terkena dokrin yang diajarkan disekolahku.
"untuk pengembangan ilmu, membuat peradaban baru". tapi sepupuku menyarankan untuk mengambil ilmu terapannya.

Aku jadi semakin bingung..
Dan sampai pada akhirnya, aku memilih apa saja. "Asal matematika" 😁