Rabu, 31 Januari 2018

Mulai apatis entahlah

Mungkin dulu aku terlalu berharap. Sampai mungkin aku terlalu sering dikecewakan. Hingga pada akhirnya, aku menjadi orang yang apatis. Bahkan untuk perasaanku sendiri 😌

Akhir akhir ini banyak yang mendekati ku. Mereka bilang, aku terlalu menarik dan terlihat menyenangkan untuk ditemani.
Itu bualan yang menyebalkan.sungguh.

Nyatanya, diantara semua. Tidak ada satu pun yang membuatku menaruh hati untuknya. Atau jangan² aku telah benar benar memberikan hatiku untuk lelaki itu?
Aku tidak tahu..

Teringat akan dirinya, aku masih sesak.
Rindu. Mungkin.
Aku tidak mengerti.

Keapatisan yang aku buat, sudah terlalu dalam dirasa. Sampai banyak yang menegur ku.

"Jangan terlalu kaku lis."
"Kau itu susah diajak romantis."
"Cobalah lebih terbuka."
"Cobalah untuk mengenali perasaanmu."
"Jangan begitu..."

Dan masih banyak lagi keluhan yang aku terima 😑 aku tidak peduli.

Iya, jujur ku akui..
Aku belum dapat berdamai dengan hatiku. Setelah aku berikan untuk nya. Beberapa bulan lalu..

Sudahlah, aku ingin menangis saja rasanya 😢
Aku lemah bila berbicara cinta dan perasaan akan ke lawan jenis.

Sudah.. Entahlah..
Akan jadi seperti apa perasaan ini nantinya.
Hatiku rasanya sudah membeku.
Biar sajalah, aku apatis dengan perasaanku. Sampai aku benar² melihat ia pergi.

Selasa, 30 Januari 2018

Terlalu sesak

Terlalu sesak aku. Terlalu sesak mengingat mu.
Malam ku tak lagi sama dengan ribuan prosa yang kau buat.
Aku jelita mu yang terkungkung dalam jeruji kesepian.
Terlalu sesak aku. Terlalu sesak.
Aku yang hanya dapat melihat rupa dalam tawa mu.
Kenapa senyum mu mudah ku ingat?
Padahal kau sulit tuk mengingatkan hatimu sendiri.

Ah! Persetan dengan semua prosa mu.
Kau bunuh saja semua, biar darah membeku.

31 Januari 2018, Cirebon

Saat aku tak lagi berasa.