Selasa, 30 Januari 2018

Terlalu sesak

Terlalu sesak aku. Terlalu sesak mengingat mu.
Malam ku tak lagi sama dengan ribuan prosa yang kau buat.
Aku jelita mu yang terkungkung dalam jeruji kesepian.
Terlalu sesak aku. Terlalu sesak.
Aku yang hanya dapat melihat rupa dalam tawa mu.
Kenapa senyum mu mudah ku ingat?
Padahal kau sulit tuk mengingatkan hatimu sendiri.

Ah! Persetan dengan semua prosa mu.
Kau bunuh saja semua, biar darah membeku.

31 Januari 2018, Cirebon

Saat aku tak lagi berasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar